Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

Oleh Malik Ibrahim

Tiada Kata yang Lebih Indah di Hari yang Fitri Ini, Selain Minal Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin.




Baca SelengkapnyaSelamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Oleh: Malik Ibrahim
Usaha Rumahan, Updated at: 30.8.11

Otak Kanan yang Kreatif dan Inovatif dalam Bisnis

Oleh Malik Ibrahim

Purdi E. Chandra


Otak kanan yang kreatif dan inovatif menurut Purdi E. Chandra sudah cukup memadai sebagai bekal terjun ke dunia bisnis, walau dalam skala usaha kecil menengah. Direktur Utama Primagama ini menilai banyak orang ragu dalam berbisnis karena terlalu pandai. Sementara itu, orang yang oleh guru-guru formal dianggap bodoh, justru menjadi seorang wirausaha yang sukses. Penyebabnya, menurut Purdi, jika orang terlalu pandai akan mengetahui risiko berbisnis, terlalu banyak pertimbangan, justru mereka tidak berani menerjuni bisnis. Takut gagal, akhirnya gagal mencoba. Celaka! Ya, kan? Ya, toh? Ini cara berpikir otak kiri. Sebagai entrepreneurship sejati, seharusnya mindset yang dibangun adalah konsep berpikir kerja otak kanan; action dulu, baru dipikir dan dievaluasi.

Perjalanan Purdi E. Chandra sebagai wirausahawan sukses selalu mengandalkan otak kanan, tidak banyak petimbangan. Jalankan dulu bisnisnya, baru mikir. Alasannya, kalau usaha sudah dibuka, pasti akan mikir. Mikir bagaimana agar usahanya jalan dan menghasilkan untung. Ya, kan? Ya, toh? Bondho  nekad jadi andalan. Ia tinggalkan kuliahnya di empat fakultas di UGM dan IKIP Yogyakarta. Lalu dengan modal Rp300 ribu ia dirikan lembaga bimbingan tes Primagama pada 10 Maret 1982 di Yogyakarta. Sebuah peluang bisnis potensial yang kala itu tidak banyak dilirik orang. Ia sukses membuat Primagama beromset hampir 70 milyar per tahun, dengan 167 cabang di lebih dari 106 kota.

Menyusul kemudian, Ia dirikan IMKI, AMIKOM, Entrepreneur University, dan terakhir Sekolah Tinggi Psikologi di Yogyakarta. Grup Primagama pun merambah bidang radio, penerbitan, jasa wisata, ritel, dll. Semua itu dimulai dengan keberanian mengambil risiko.Bisa saja memulai usaha kecil menengah.

Bagi Purdi, entrepreneur sukses pastilah bisa menciptakan banyak lapangan kerja. Namun, itu saja tidak cukup berarti bagi bangsa ini. “Saya memimpikan bisa melahirkan banyak lagi pengusaha-pengusaha. Dengan demikian, makin banyak pula lapangan kerja diciptakan. Itulah Mega Entrepreneur,” ungkap Purdi dalam kesempatan wawancara dengan Edy Zaqeus dan David S. Simatupang yang dimuat di majalah Berwirausaha.
Baca SelengkapnyaOtak Kanan yang Kreatif dan Inovatif dalam Bisnis
Oleh: Malik Ibrahim
Usaha Rumahan, Updated at: 17.8.11

Bisnis Itu Mudah Jangan Dibuat Susah

Oleh Malik Ibrahim

Royke Sahetapi
Bisnis itu mudah, jangan dibuat susah. Judul tulisan ini diambil dari pernyataan Royke Sahetapi, Mentor Entrepreneur University (EU) yang UNIK dan MENARIK. Unik karena cara dia memulai usaha kecil dengan usaha rumahan dan diawali dari hal-hal yang sangat sederhana. Bagi orang lain tidak dipandang sebagai peluang bisnis tapi bagi Pak Royke bisa menjadi peluang yang menghasilkan profit. Menarik karena dalam setiap sesi mentoring di Entrepreneur University Pak Royke tanpil atraktif dengan gayanya yang khas, gaya entrepreneurship modal dengkul.

Untuk memotivasi peserta agar segera action dalam wirausaha, peserta diajak melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan. Misalnya dengan berjoget, tertawa, atau teriak kencang. Ada-ada saja (mode ngedumel on). Ini juga yang dipraktekkan oleh Royke Sahetapi dalam bisnis, melakukan hal-hal yang tidak lazim.

Suatu ketika ada jual bakso lewat di depan rumah Pak Royke. Karena kebetulan perut lapar, dipanggillah tukang bakso itu. Ketika disantap ternyata bakso itu nikmat bin lezat. Muncullah  naluri bisnisnya. “Ini peluang yang saya cari,” gumamnya. Tawaran kerja sama pun diajukan kepada orang yang jual bakso itu.
“Mau, nggak saya ajak kerja sama?” action Royke.
“Kerja sama apaan?
“Ya, kerja sama jualan bakso, mau nggak?”
“Mau, dah! Tapi bagaimana caranya?”
“Begini.” Action Otak Kanan berlanjut. “Kamu beli rombong bakso lagi dan bikin bakso lebih banyak lagi.”
“Wah, bagaimana saya bisa dorong dua rombong, Pak?’ jawab si otak kiri.
“Waduh, ya cari orang yang mau dorong, dunk!”
“Lalu, uangnya dari mana?’
“Dari saya!”
“Oke, siap Bos!’ si tukang bakso langsung tanggap.


Singkat cerita, deal-lah kerja sama itu dengan modal awal 2,5 juta rupiah untuk beli rombong, bahan bakso dan membayar tukang dorong. Pembagian keuntungan setelah dikurangi biaya operasional disepakati: 80% untuk si tukang bakso dan 20% untuk Pak Royke.

Dari kerja sama jualan bakso ini Pak Royke mendapat bagian rata-rata 20 ribu rupiah per hari. Berarti satu bulan 600 ribu rupiah masuk kantong tanpa harus ikut kerja.
“Bank mana yang mau memberi bunga 600 ribu rupiah per bulan atas uang Anda yang 2,5 juta itu?” tanya Pak Royke kepada peserta mentoring Entrepreneur University.  Peserta pun hanya nyengir.

Masuk akal! Otak Kanan Pooll!
Kerjasama usaha  itu kemudian tumbuh menjadi usaha kecil menengah yang terus berkembang memiliki prospek peluang usaha 2012 yang bagus . Si tukang bakso tidak lagi ikut jual bakso keliling. Dia juga telah menjelma menjadi bos bakso dengan belasan armada. Ini sepenggal kisah yang menjadi bukti bahwa bisnis itu mudah maka jangan dibikin susah.
Baca SelengkapnyaBisnis Itu Mudah Jangan Dibuat Susah
Oleh: Malik Ibrahim
Usaha Rumahan, Updated at: 17.8.11

Alamat Pemilik dan Nama Pemilik IDR

Oleh Malik Ibrahim

Alamat pemilik dan nama pemilik IDR CLICKIT
Baca SelengkapnyaAlamat Pemilik dan Nama Pemilik IDR
Oleh: Malik Ibrahim
Usaha Rumahan, Updated at: 8.8.11