Batik Madura dan Batik Jogjakarta

Oleh Malik Ibrahim

>> Grosir Batik Madura Murah
Pusat Grosir Batik Madura Paling Murah 65 Ribu Langsung dari Pengrajin Batik Tulis Pamekasan, Madura. Hubungi: 087850507172
www.grosirbatikmadura.com
Ads by: Batik Indonesia

Batik dikenal sejak zaman kerajaan Singasari, termasuk batik Madura dan batik Jogjakarta. Hal ini dibuktikan dengan relief dan patung yang memakai batik. Arya Wiraraja sebagai adipati Sumenep yang juga sekutu dekat Raden Wijaya (pendiri kerajaan Majapahit) merupakan tokoh yang mengenalkan batik ke Madura.
Di Pamekasan, usaha kecil batik mulai dikenal masyarakat luas pada abad ke-16 dan 17, terutama sejak terjadinya peperangan antara Kiai Penghulu Bagandan (Raden Azhar) melawan Ke’ Lesap. Raden Azhar merupakan penasihat agama adipati Arya Adikara IV (Raden Ismail). Sebagai Ulama, Raden Azhar berusaha membantu adipati Pamekasan, Arya Adikara IV (Raden Ismail) melawan Ke’ Lesap. Ke’ Lesap ini merupakan putera Madura keturunan Cakraningrat I dengan istri selir. Arya Adikara IV (Raden Ismail) adalah menantu raja Bangkalan (Cakraningrat V).
Diceritakan, dalam peperangan itu, Kiai Penghulu Bagandan (Raden Azhar) memakai pakaian kebesaran batik dengan motif parang (dalam bahasa Madura disebut LERES). Sejak itulah, batik menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Madura, terutama pembesar-pembesar di Pamekasan. Saat ini, batik telah menjadi usaha rumahan dari skala usaha kecil hingga usaha kecil menengah.
Hubungan  Madura dengan Jogjakarta
1.    Adanya kesamaan pemerintahan: Pada masa lampau, dahulu Madura dan Mataram diperintah oleh seorang raja.
2.    Kerajaan Bangkalan pada zaman raja Cakraningrat I, merupakan bawahan dari Kesultanan Mataram di bawah pemerintahan Sultan Agung.
3.    Raja Cakraningrat I (Raden Prasena, putera Madura) merupakan anak angkat Raja Mataram (Sultan Agung), yang juga dijadikan sebagai menantu.
4.    Panembahan Senopati masih keponakan Sunan Cendana Kwanyar dan raja Sumenep (Pangeran Beragung) putera Pangeran Mandaraga (Raja Sumenep yang memperisteri Nyai Gede Kantil binti Sunan Kulon bin Sunan Giri).
5.    Adanya hubungan darah antara Raja Mataram dengan para tokoh masyarakat Madura.
Oleh: Malik Ibrahim
Usaha Rumahan, Updated at: 24.3.11

{ 2 komentar... Silakan Dibaca atau Tulis Komentar }

Unknown mengatakan...

Menurut cerita yg saya tahu suami dr ny gede kantil adalah sunan mandaraga putra utsman aji bukan pangeran mandaraga raja pertama sumenep. Bnarkah?Menurut cerita yg saya tahu suami dr ny gede kantil adalah sunan mandaraga putra utsman aji bukan pangeran mandaraga raja pertama sumenep. Bnarkah?

Jalur Otak Kanan mengatakan...

Terima kasih atas tambahan informasinya.
Isi artikel ini berdasarkan sumber dari Ketua Dewan Kesenian Pamekasan, Syaifuddin Miftah (Bang nDut)

Posting Komentar

Saudaraku, Mohon berkomentar yang memberi semangat dan inspirasi bagi pencari info usaha rumahan. Terima Kasih.